Barru – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas air bersih, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan tanaman herbal untuk kesehatan keluarga, Tim KKNT 116 Inovasi Desa bersama KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berkolaborasi melaksanakan program Alat Penjernih Air Sederhana (APAS) dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Selasa (28/7/2026)
Program ini dilaksanakan melalui pendekatan door to door dengan mengunjungi rumah-rumah warga di seluruh wilayah Desa Pancana, meliputi Dusun Cenrapole, Dusun Pancana, dan Dusun Kaworo. Pendekatan tersebut dipilih untuk membangun interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memastikan edukasi dapat diterima secara merata oleh seluruh warga.

Melalui program APAS, mahasiswa memberikan edukasi mengenai teknik sederhana untuk membantu meningkatkan kejernihan air dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Warga diperkenalkan pada tahapan pembuatan alat penjernih air beserta fungsi setiap lapisan penyaring, sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membuat serta menerapkannya secara mandiri di rumah.
Sementara itu, program TOGA difokuskan pada edukasi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai media budidaya tanaman obat keluarga. Masyarakat diajak mengenal berbagai jenis tanaman herbal yang memiliki khasiat bagi kesehatan sekaligus didorong untuk memanfaatkan potensi alam di sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.
Metode door to door memungkinkan mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat dalam suasana yang lebih komunikatif. Selain menyampaikan materi, mahasiswa juga membuka ruang diskusi sehingga warga dapat bertanya dan berkonsultasi mengenai penerapan APAS maupun TOGA sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Kolaborasi program ini dikoordinasikan oleh Fadhil Ahmad Atori selaku PIC KKNT 116 Inovasi Desa dan Muh. Bahruddin Yusuf selaku PIC KKN-PK 69. Sinergi kedua tim menjadi wujud kolaborasi mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Pancana.

Melalui pelaksanaan program APAS dan TOGA, Tim KKNT 116 Inovasi Desa dan KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan selama masa pengabdian mahasiswa, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan tersebut secara mandiri dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menjangkau seluruh dusun di Desa Pancana, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas air, melestarikan lingkungan, serta memanfaatkan tanaman obat keluarga sebagai alternatif menjaga kesehatan. Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.






