Beranda / Kesehatan / Bebas Nyeri Punggung, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Edukasi Postur Ergonomis bagi Petani Desa Binuang

Bebas Nyeri Punggung, Mahasiswa Fisioterapi Unhas Edukasi Postur Ergonomis bagi Petani Desa Binuang

BARRU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi kesehatan kerja bertajuk “Petani Bugar, Kerja Lancar: Penyuluhan Postur Ergonomis dan Latihan Mandiri untuk Pencegahan Nyeri Punggung Bawah” di Desa Binuang, Kecamatan Balusu, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini menyasar kelompok tani di tiga dusun, yakni Dusun Lapao pada 24 Juli 2026, Dusun Binuang pada 27 Juli 2026, dan ditutup di Dusun Ballewe pada 29 Juli 2026. Sebanyak 43 petani mengikuti rangkaian edukasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya postur kerja ergonomis untuk mencegah nyeri punggung bawah (Low Back Pain).

Program ini diinisiasi oleh Suci Sri Angraeni, mahasiswa Program Studi Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kondisi Desa Binuang sebagai wilayah agraris, di mana sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani dan rentan mengalami gangguan muskuloskeletal akibat aktivitas fisik yang berat.

“Nyeri punggung bawah sering dianggap hal biasa oleh petani, padahal jika dibiarkan dapat menurunkan produktivitas. Melalui kegiatan ini, kami mengedukasi prinsip postur kerja yang benar, seperti aturan 30 menit istirahat aktif, serta mengajarkan pemanasan dinamis dan peregangan pemulihan agar fisik tetap bugar saat mengolah lahan,” ujar Suci Sri Angraeni.

Kegiatan mendapat sambutan positif dari para peserta. Ketua Kelompok Tani Hidup Baru 1, Nurdin Kasim, mengapresiasi edukasi yang diberikan karena dinilai menjawab kebutuhan para petani dalam menjaga kesehatan saat bekerja.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kami para petani. Selama ini kami sering sakit pinggang setelah bertani karena belum memahami cara mengangkat beban dan posisi kerja yang benar. Dengan adanya latihan dari mahasiswa Unhas, kami jadi tahu cara mencegah nyeri punggung saat bekerja,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menyampaikan materi melalui presentasi visual menggunakan proyektor serta membagikan leaflet edukatif kepada peserta. Selain pemaparan teori, petani juga mengikuti demonstrasi teknik mengangkat beban yang aman, latihan penguatan otot tungkai seperti mini squat dan heel raise, serta gerakan peregangan untuk membantu pemulihan setelah bekerja.

Suasana semakin interaktif melalui sesi diskusi dan kuis singkat, yang memberi kesempatan kepada para petani untuk berbagi pengalaman terkait keluhan fisik yang sering dialami selama musim tanam sekaligus berkonsultasi mengenai cara pencegahannya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berharap para petani dapat menerapkan prinsip-prinsip ergonomi dalam aktivitas sehari-hari sehingga risiko nyeri punggung bawah dan gangguan muskuloskeletal dapat diminimalkan. Penerapan kebiasaan kerja yang sehat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan tulang belakang, serta mendukung kesejahteraan keluarga petani di Desa Binuang.