Barru – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kesiapan Sekolah Rakyat di Kabupaten Barru dinilai sebagai yang paling maju di Sulawesi Selatan dan berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Operasional Sekolah Rakyat yang dipimpin Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 5 Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7/2026).
Mewakili Person in Charge (PIC) Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Permanen Barru, Nurlina, Syaiful Samad menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun Pemerintah Kabupaten Barru bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru menunjukkan perkembangan paling signifikan dibandingkan daerah lain di Sulawesi Selatan.
“Atas nama pimpinan, kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Barru. Untuk Sulawesi Selatan, progres persiapan di Barru merupakan yang paling maju. Koordinasi yang dilakukan sangat baik dan menjadi contoh dibandingkan daerah lain,” ujar Syaiful.
Ia menjelaskan, Kementerian Sosial menugaskan Person in Charge (PIC) di 93 lokasi Sekolah Rakyat Permanen di seluruh Indonesia untuk melakukan pendampingan sekaligus memantau perkembangan persiapan di masing-masing daerah. Hasil pemantauan tersebut dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi pemerintah pusat menjelang dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara nasional.
Meski memberikan apresiasi tinggi, Syaiful mengungkapkan masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu menjadi perhatian bersama sebelum operasional dimulai. Beberapa di antaranya adalah penyediaan cadangan air bersih, pemenuhan tenaga pendidik sesuai petunjuk teknis, dukungan layanan kesehatan melalui kolaborasi Dinas Kesehatan dan tim medis Kementerian Sosial, pengelolaan sampah dan limbah dapur, hingga dukungan personel Satpol PP serta Dinas Perhubungan selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Kami optimistis Kabupaten Barru mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. Apa yang kami lihat di sini sangat luar biasa dan sangat membantu pekerjaan kami di lapangan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Petugas Belanja Sarana dan Prasarana Kementerian Sosial, Ismail, menjelaskan bahwa pengadaan perlengkapan asrama bagi siswa maupun guru diprioritaskan menggunakan penyedia lokal di Kabupaten Barru. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat proses pengadaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha daerah.
Namun demikian, ia mengakui proses pengadaan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan stok barang serta waktu persiapan yang relatif singkat. Karena itu, pihaknya membutuhkan data final calon siswa sebagai dasar pengadaan seluruh perlengkapan.
“Yang paling kami butuhkan saat ini adalah data final siswa, mulai dari jumlah laki-laki dan perempuan, ukuran pakaian, hingga kebutuhan khusus seperti penggunaan jilbab. Setelah data tersebut kami terima, proses pengadaan bisa langsung kami laksanakan,” jelas Ismail.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Barru, Jamaluddin, memastikan seluruh data calon siswa telah disiapkan dan akan segera diserahkan kepada tim Kementerian Sosial, termasuk data ukuran perlengkapan masing-masing siswa agar proses pengadaan dapat segera dilakukan.
Rapat koordinasi yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, perwakilan PT Waskita Karya, kepala perangkat daerah terkait, Camat Soppeng Riaja, Wakil Kepala SRT 65 Barru bersama wali asuh, Kepala Desa Lawallu, serta unsur terkait lainnya itu menegaskan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Barru dan Kementerian Sosial RI untuk menuntaskan seluruh kebutuhan operasional sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Dengan progres persiapan yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, Kabupaten Barru semakin optimistis mampu menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai pusat pendidikan yang berkualitas sekaligus menjadi model pelaksanaan program nasional yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.






