Makassar – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) dan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Dukungan tersebut disampaikan Andi Ina saat menghadiri pertemuan yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat bersama para kepala daerah se-Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi. Agenda pertemuan membahas perkembangan pembangunan PSEL di Kota Makassar serta pengembangan teknologi RDF untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
Pengembangan kedua teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan nilai guna dan nilai ekonomi dari limbah melalui teknologi pengolahan yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Bupati Barru mengatakan pemerintah daerah siap mendukung kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat tata kelola persampahan.
“Pengembangan teknologi pengolahan sampah seperti PSEL dan RDF merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah. Pemerintah Kabupaten Barru siap mendukung berbagai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan, pengurangan timbunan sampah, serta terciptanya nilai tambah ekonomi dari pengelolaan limbah,” ujar Andi Ina.
Menurut dia, pengelolaan sampah membutuhkan kerja bersama lintas pemerintahan. Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dinilai penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.
Andi Ina berharap hasil pertemuan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antardaerah dalam mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah yang inovatif.
Dengan kolaborasi tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi serta mendukung peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.






