Beranda / Pertanian / Barru Jadi Lokasi Gerakan Tanam Serempak Nasional, Bupati: Jangan Hanya Tanam

Barru Jadi Lokasi Gerakan Tanam Serempak Nasional, Bupati: Jangan Hanya Tanam

BARRU – Kabupaten Barru dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak Nasional di Sulawesi Selatan yang dicanangkan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pencanangan berlangsung di areal Kelompok Tani Labu Cai, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Jumat (21/8/2026).

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengatakan kepercayaan pemerintah pusat tersebut menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Pemerintah Kabupaten Barru.

Menurut dia, program tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah daerah akan mengawal proses pertanian mulai dari penanaman hingga produksi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Barru. Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus kita jaga dan kita kawal bersama,” kata Andi Ina.

Ia memastikan Dinas Pertanian akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar program memberikan hasil nyata bagi petani.

“Kita siap mengawal program ini agar berhasil maksimal. Jangan hanya tanam, tetapi bagaimana tanaman ini tumbuh, berproduksi dan pada akhirnya memberikan kesejahteraan bagi petani,” ujarnya.

Barru Dinilai Mampu Hadapi El Nino

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru Ir. Ahmad M. mengatakan terpilihnya Barru sebagai lokasi gerakan tanam serempak tidak terlepas dari kondisi pertanian daerah yang dinilai relatif mampu menghadapi dampak fenomena El Nino.

Menurut Ahmad, pemetaan dampak El Nino dilakukan terhadap seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Hasil pemetaan menunjukkan Kabupaten Barru termasuk daerah yang mengalami dampak relatif kecil.

Salah satu faktor pendukungnya adalah percepatan pola tanam yang dilakukan petani pada Maret-April.

Dengan pola tersebut, ketika dampak El Nino terjadi pada Mei dan Juni, tanaman telah memasuki fase pertumbuhan yang lebih siap.

“Alhamdulillah, Kabupaten Barru terkena dampak El Niño tetapi relatif kecil. Kita melakukan pergerakan tanam lebih awal pada Maret-April, sehingga ketika dampak El Niño terjadi pada Mei dan Juni, tanaman sudah lebih siap,” jelasnya.

Dorong Pertanian Modern

Selain gerakan tanam serempak, kegiatan tersebut menjadi momentum pencanangan PMAAS (Pertanian Modern/Authentic Agriculture System) di Kelompok Tani Labu Cai.

Penerapan pertanian modern diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300. Kelompok Tani Labu Cai menjadi salah satu kelompok tani yang telah menerapkan pola tersebut.

Dalam kegiatan yang sama, Bupati Barru juga menyerahkan bantuan pompa air secara simbolis kepada kelompok tani se-Kabupaten Barru.

Andi Ina mengatakan pengembangan pertanian modern membutuhkan dukungan teknologi, ketersediaan air, pendampingan penyuluh serta kolaborasi antara pemerintah dan petani.

“Pertanian modern membutuhkan kebersamaan. Pemerintah, petani, penyuluh dan seluruh pihak harus bergerak bersama. Kita ingin kepercayaan dari pemerintah pusat ini menghasilkan sesuatu yang nyata bagi petani Barru,” katanya.

Gerakan Tanam Serempak Nasional di areal Kelompok Tani Labu Cai diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sektor pertanian Barru menuju sistem yang lebih produktif, modern dan berkelanjutan.

Program tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Barru.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Muhammad Amin, M.P., Direktur Polbangtan Gowa Dr. Ismaya Nita Dianti Parawansyah, S.P., M.Si., jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, camat, kepala desa, penyuluh pertanian dan sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.

(Humas IKP)