Barru – Dalam upaya mendukung peningkatan gizi anak sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai pangan fungsional, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 116 Universitas Hasanuddin Desa Pancana menghadirkan inovasi olahan nugget ikan kembung dengan penambahan tepung beras merah melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan kepada masyarakat.
Kegiatan yang digelar pada Kamis, 23 Juli 2026 di Baruga Colliq Pujie, Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mengembangkan potensi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi sekaligus mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.
Program inovasi tersebut diprakarsai oleh Nurhalisa Putri Zhafirah, mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan yang juga merupakan anggota Tim KKNT 116 Desa Pancana. Dalam pemaparannya, masyarakat diberikan edukasi mengenai manfaat gizi ikan kembung yang kaya protein dan asam lemak omega-3, dipadukan dengan tepung beras merah yang mengandung serat, vitamin, dan mineral. Kombinasi keduanya diharapkan menjadi alternatif pangan pendamping maupun camilan sehat yang mendukung tumbuh kembang anak.
Tidak hanya menyampaikan materi, tim KKNT juga mengajak peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan nugget ikan kembung. Untuk memastikan inovasi ini dapat terus diterapkan, panitia membagikan resep praktis kepada peserta serta menyediakan tester nugget yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus TP PKK Desa Pancana, pelaku UMKM lokal, serta perwakilan Puskesmas Pancana yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan pangan lokal bergizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak.
Melalui program ini, Tim KKNT 116 Universitas Hasanuddin berharap inovasi nugget ikan kembung berbasis tepung beras merah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang sehat, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.






