Beranda / Kesehatan / Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SDN 180 Barru Cegah Kecacingan Melalui Penerapan PHBS

Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SDN 180 Barru Cegah Kecacingan Melalui Penerapan PHBS

Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin Posko Desa Lampoko melaksanakan program kerja individu bertajuk “Cegah Kecacingan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Sekolah Dasar” di SDN 180 Barru, Dusun Bulu Lampoko, Desa Lampoko, Kabupaten Barru, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut merupakan program kerja Nurul Aulia Sahyuddin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan infeksi kecacingan sejak usia dini.

Edukasi ini dilaksanakan sebagai upaya preventif mengingat anak usia sekolah dasar masih menjadi kelompok yang rentan mengalami infeksi cacing. Kebiasaan tidak mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan maupun setelah beraktivitas, serta kurang menjaga kebersihan dan panjang kuku, menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan.

Infeksi kecacingan tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi sehingga berisiko menurunkan status gizi, menghambat pertumbuhan dan perkembangan, serta memengaruhi konsentrasi dan prestasi belajar anak. Oleh karena itu, pembiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Kegiatan diikuti siswa kelas III hingga kelas VI SDN 180 Barru dengan pendampingan guru serta mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Posko Desa Lampoko. Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi edukasi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung.

Materi yang diberikan meliputi pengertian kecacingan, cara penularan, gejala, serta dampaknya terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Selain itu, siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dengan enam langkah yang benar serta membiasakan memotong kuku secara rutin sebagai bagian dari penerapan PHBS.

Sebagai penutup, mahasiswa mengajak seluruh peserta mempraktikkan enam langkah cuci tangan pakai sabun secara bersama-sama agar siswa lebih mudah memahami dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Nurul Aulia Sahyuddin mengatakan, masih banyak anak yang menganggap kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan memotong kuku secara rutin, sebagai hal yang sepele. Padahal, kebiasaan tersebut memiliki peran penting dalam mencegah infeksi kecacingan.

“Masih banyak anak yang menganggap kebiasaan sederhana, seperti tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan atau tidak rutin memotong kuku, sebagai hal yang sepele. Padahal, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kecacingan yang berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak. Melalui program ini, kami berharap siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan menerapkan PHBS secara konsisten sebagai langkah pencegahan kecacingan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap siswa dapat membiasakan penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari sehingga risiko kecacingan dapat diminimalkan. Dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat, anak-anak diharapkan tumbuh lebih sehat, aktif, serta mampu berkembang secara optimal.