Hebat, Hasnah Syam Urai Strategi TP PKK Barru Produktifkan Pekarangan

Media Sosial Barrukab

Barrukab- Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian jadikan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), sebagai solusi penuhi kebutuhan pangan dimasa Pandemi Covid-19. Berdasarkan data BKP Kementan, pelaksanaan P2L tahap penumbuhan tahun 2020 ini menyasar 1.500 kelompok wanita tani (KWT) yang tersebar di setiap Desa/Kelurahan, 31 provinsi. Sedangkan tahap pengembangan mencakup 2.100 kelompok yang tersebar pada 34 provinsi.

Pagi tadi, saat Hari Tani Nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia secara Virtual mengumumkan tiga Kelompok Wanita Tani Terbaik Nasional. Kelompok Wanita Tani Melati, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru mendapatkan Juara Tiga Nasional dan berhak atas hadiah berupa bantuan sarana prasarana senilai Tiga puluh juta rupiah. Kamis (24/9/2020).

Mendengar kabar ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru, drg Hj Hasnah Syam MARS yang selama ini menjadi penggerak utama KWT di Kelurahan dan Desa Se-Kabupaten Barru, mengucap syukur dan menyampaikan selamat kepada KWT di Barru.

“Alhamdulillah, upaya kita (TP PKK) dengan intens komunikasi kordinasi ke semua stakeholder dan proaktif agar Kelompok Wanita Tani Barru bisa berjalan sesuai harapan akhirnya berbuah manis, Penghargaan ini berkah dan bangkitkan semangat semua Mitra dalam manfaatkan lahan tidur di sekitar pekarangan maupun kebun” sebut Hasnah Syam yang saat acara digelar melalui Video Converence, Beliau sedang mendampingi Suaminya Ir. H. Suardi Saleh M.Si selaku Bupati Petahana yang mengambil Nomor Urut di KPUD Barru.

Disebutkannya, bahwa TP PKK sebagai motor penggerak intens mensupport kebutuhan pengembangan Kelompok Wanita Tani. Baik dari segi dana, bantuan bibit, termasuk edukasi dan manajemen organisasi KWT.

Bahkan, Tokoh Perempuan yang menjadi Legislator Nasional ini menjadwal secara rutin untuk kunjungan langsung guna melakukan edukasi, pendekatan dan pembinaan dengan berbagai metode.

“Kita setiap pekan menjadwalkan kunjungan ke KWT, baik untuk tanam bersama, kunjungan lapangan, maupun panen bersama yang di programkan dari KWT satu ke KWT lainnya secara kontinyu, di Barru ini ada 84 KWT yang terdaftar dalam binaan PKK” urainya dengan wajah berseri meski disampaikan tenang dan bersahaja.

Banyaknya kompetitor secara nasional, membuat Masyarakat Barru patut bersyukur dan bangga atas ukiran prestasi ini. P2L dikembangkan dengan tujuan meningkatkan ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan bagi keluarga. Melalui P2L bisa dihasilkan pangan beragam, bergizi seimbang dan aman, sekaligus untuk peningkatan pendapatan keluarga.

P2L dilakukan melalui pemberdayaan kelompok masyarakat, yaitu kegiatan budidaya berbagai jenis tanaman dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah, atau lahan kosong yang tidak produktif melalui pengembangan rumah bibit, demplot, pertanaman dan pasca panen serta pemasaran.

“Saya memang senang bersama Ibu-ibu KWT untuk menanam dan bahagia melihat tanaman pekarangan yang tumbuh subur membantu kebutuhan dapur, karena itu, di masa Covid ini, kami berbaur dan membina sepenuh hati” ungkap Hasnah Syam dalam wawancaranya dengan Humas.

Beliau berterima kasih kepada segenap Ibu-ibu KWT dan pengurus PKK Barru yang berbuat dan memberikan bukti hingga diakui secara Nasional. Disebutkannya pula, bahwa peran sinergis dengan perangkat daerah yang membidangi ketahanan pangan serta support anggaran untuk bibit dan media tanaman dari berbagai pihak adalah hal yang mendukung raihan ini.

Apalagi, sebagai Juara Tiga Nasional, KWT Melati, juga dihadiahkan Sarana dan Prasarana produksi senilai Rp.30.000.000.- (Tiga puluh juta rupiah).

P2L dikembangkan dengan tujuan
meningkatkan ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan bagi keluarga. Melalui P2L bisa dihasilkan pangan beragam, bergizi seimbang dan aman, sekaligus untuk peningkatan pendapatan keluarga.

P2L dilakukan melalui pemberdayaan kelompok masyarakat, yaitu kegiatan budidaya berbagai jenis tanaman dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah, atau lahan kosong yang tidak produktif melalui pengembangan rumah bibit, demplot, pertanaman dan pasca panen serta pemasaran.

(Humas Barru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *