Makassar – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menghadiri Sidang Terbuka Senat Luar Biasa Pengukuhan Profesor Universitas Negeri Makassar (UNM) di Ruang Teater Lantai 3 Menara Pinisi UNM, Kamis, 30 Juli 2026.
Pada sidang tersebut, Universitas Negeri Makassar mengukuhkan lima guru besar, yakni Prof. Dr. Kamaruddin Hasan, S.Ag., M.Pd., Prof. Dr. Erma Suryani Sahabuddin, M.Si., Prof. Dr. Widya Karmila Sari Achmad, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Sultan, S.Pd., M.Pd., dan Prof. Dr. Maemuna Muhayyang, S.Pd., M.Pd.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Barru menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi kepada Prof. Dr. Kamaruddin Hasan, S.Ag., M.Pd., putra asli Kabupaten Barru yang berhasil meraih jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar.
Meski baru beberapa jam tiba di Makassar usai menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci, Bupati Andi Ina menyempatkan hadir untuk memberikan dukungan secara langsung. Menurutnya, pengukuhan Prof. Kamaruddin bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga dan Universitas Negeri Makassar, tetapi juga seluruh masyarakat Kabupaten Barru.
“Saya mengucapkan selamat kepada Prof. Kamaruddin Hasan atas pengukuhannya sebagai Guru Besar. Semoga pengukuhan ini semakin melengkapi capaian keilmuan beliau. Insyaallah, ilmu, pengalaman, dan prestasi yang telah diraih dapat terus bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Barru dalam mewujudkan visi Barru Berkeadilan, Maju Berkelanjutan, dan Sejahtera Lebih Cepat,” ujar Andi Ina.
Bupati berharap capaian tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda Barru untuk terus menempuh pendidikan setinggi mungkin dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Semoga semakin banyak putra-putri Barru yang mengikuti jejak beliau dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang menilai gagasan ilmiah yang disampaikan Prof. Kamaruddin sangat relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, pemanfaatan kecerdasan artifisial harus tetap diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Neuro-Semiotic Pedagogy: Rekonstruksi Pedagogi Humanistik dalam Menjaga Kedaulatan Makna di Era Kecerdasan Artifisial,” Prof. Kamaruddin Hasan menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, tidak boleh menggeser peran pendidikan dalam membentuk karakter, empati, dan kebijaksanaan peserta didik. Guru, menurutnya, tetap menjadi aktor utama yang menjaga nilai dan makna dalam proses pendidikan.
Sidang Terbuka Pengukuhan Profesor dipimpin oleh Pelaksana Tugas Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., serta dihadiri anggota senat universitas, sivitas akademika, pejabat pemerintah, anggota DPR RI, tokoh masyarakat, dan keluarga para profesor yang dikukuhkan.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Barru pada momentum akademik tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi sekaligus memberikan penghargaan kepada putra-putri daerah yang mengharumkan nama Barru melalui prestasi akademik, karya ilmiah, dan pengabdian kepada bangsa.






