Beranda / Kesehatan / Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Hadirkan CERIA (Cek Pertumbuhan dan Perkembangan), Menjangkau Delapan Posyandu Desa Jangan-Jangan untuk Mengawal Tumbuh Kembang Balita Sejak Dini

Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Hadirkan CERIA (Cek Pertumbuhan dan Perkembangan), Menjangkau Delapan Posyandu Desa Jangan-Jangan untuk Mengawal Tumbuh Kembang Balita Sejak Dini

Barru – Upaya mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas dimulai sejak usia dini melalui pemantauan tumbuh kembang yang optimal. Berangkat dari semangat tersebut, Ade Putri Dhamira, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69, menginisiasi program kerja individu CERIA (Cek Pertumbuhan dan Perkembangan) Balita di Desa Jangan-Jangan. Program ini dilaksanakan secara bertahap di delapan Posyandu yang tersebar di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, pada 20–28 Juli 2026, pukul 09.00 WITA hingga selesai dengan berkolaborasi bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Doi-Doi serta kader Posyandu di masing-masing dusun.

Program CERIA menjangkau seluruh wilayah Desa Jangan-Jangan melalui delapan Posyandu, yaitu Posyandu Satria (Dusun Bette) pada 20 Juli 2026; Posyandu Kamboja (Dusun Pangi) dan Posyandu Cempaka (Dusun Tinco) pada 22 Juli 2026; Posyandu Mahoni (Dusun Tangngassoe), Posyandu Teratai (Dusun Bontorea), Posyandu Tulip (Dusun Ere), dan Posyandu Pinus (Dusun Beruru) pada 23 Juli 2026; serta diakhiri di Posyandu Matahari (Dusun Mare-Mare) pada 28 Juli 2026.

Program CERIA bertujuan memperkuat deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita melalui pengukuran antropometri serta skrining perkembangan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sesuai usia anak. Pemeriksaan dilakukan untuk menilai berbagai aspek perkembangan, meliputi motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara dan bahasa, serta kemampuan sosial dan kemandirian.

Skrining dilakukan melalui observasi langsung dan interaksi bersama anak serta orang tua untuk menilai perkembangan sesuai usia. Selain pemeriksaan, orang tua diberikan edukasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang dan stimulasi yang tepat. Hasil pemeriksaan dicatat sebagai bahan pemantauan dan tindak lanjut apabila ditemukan anak yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Melalui kegiatan ini, orang tua memahami bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya dilihat dari pertumbuhan fisik, tetapi juga dari pencapaian kemampuan sesuai tahapan usia, sehingga keterlambatan perkembangan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal.

Ikrima Nur Fitra Qalbi, selaku Bidan Desa Jangan-Jangan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program CERIA karena dinilai mampu melengkapi pelayanan Posyandu yang selama ini lebih berfokus pada pemantauan pertumbuhan balita.

“Program ini sangat baik karena selain memantau pertumbuhan anak, juga dilakukan pemeriksaan perkembangan menggunakan KPSP sesuai usia. Dengan adanya skrining seperti ini, keterlambatan perkembangan dapat diketahui lebih dini sehingga orang tua dapat segera memperoleh edukasi maupun tindak lanjut yang diperlukan,” ujarnya

Melalui Program CERIA, mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berharap pemantauan tumbuh kembang balita di Desa Jangan-Jangan dapat berjalan lebih optimal serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.