Dinas Pendidikan

Visi

" Terwujudnya sumber daya manusia yang kokoh iman dan taqwa, unggul ilmu pengetahuan teknologi dan seni serta bermartabat "

Misi

Meningkatkan kebijakan bidang pendidikan pada tingkat prasekolah pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan luar sekolah. Mendorong terciptanya penghayatan dan pengalaman keagamaan peserta didik Memfasilitasi potensi bakat,minat dan keunggulan peserta didik agar berkembang secara optimal. Mengembangkan kemandirian, mengalang partisipasi masyarakat dan kerjasama lokal, regional, nasional maupun internasional dalam bidang pendidikan pemuda olahraga dan seni.  

STRUKTUR ORGANISASI 

DINAS PENDIDIKAN

DR. Ir. ABUSTAN, M.SiKEPALA DINAS PENDIDIKAN KAB. BARRU
  
Drs. H. NASIR MS, M. PdSEKRETARIS DINAS PENDIDIKAN
ALIMUDDIN, S.Sos, M.SiKASUBAG. PENYUSUNAN PROGRAM
Hj. BUNGAWATI, S.SosKASUBAG. KEUANGAN
Hj. MU'MINANG, BcHkKASUBAG. UMUM
  
MALLEWAI, S.Pd, M.PdKABID. PENDIDIKAN DASAR
AMINUDDIN, S.PdKASI. KESISWAAN
RUSLI RAMLI, S.Pd, M.PdKASI. KURIKULUM
Drs. ZAINAL ABIDIN, MMKASI. SARANA DAN PRASARANA
  
Drs. H. MAS'UD AHMADKABID. PENDIDIKAN MENENGAH
ABDUL AZIS, S.SosKASI. KESISWAAN
Drs. H. KAMALUDDIN, MMKASI. KURIKULUM
ALIAS MUHAMMAD ALI, S.SosKASI. SARANA DAN PRASARANA
  
ARKIL, S.Ag.,M.Pd.  KABID. PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Drs. JAUHARUDDINKASI. PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
H. LASAKKA, S.PdKASI. KESETARAAN
H. ABD. HAMID, S.PdKASI. PENDIDIKAN MASYARAKAT DAN KELEMBAGAAN 
  
DR. H. KAMARUDDIN, S.Ag, M.Pd   KABID. TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
M. HASRUDDIN, S.PdKASI. PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN
BASO MUSTAKIM, S.SosKASI. KESEJAHTERAAN

KEBIJAKAN

Mengacu pada tujuan pembangunan pendidikan nasional 2005-2010 tersebut, maka ditetapkan kebijaksanaan pembangunan pendidikan Kabupaten Barru sebagai berikut. Peningkatan pemerataan pendidikan yang bermutu pada seliap jenjang pendidikan untuk penduduk usia 7-15 tahun yang dapat bersekolah di sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama, penduduk usia I6-18   tahun   yang   dapat   bersekolah   di   pendidikan   menengah,serta penduduk usia 19-24 tahun di perguruan tinggi, dengan menitikberatkan pada  peranan  pemerintah  pusat,  pemerintah daerah dan  partisipasi masyarakat secara propoisional.    Di samping itu, dilakukan perluasan daya jangkau pembinaan untuk dapat mencapai pemerataan pendidikan pra-sekolah dan PAUD baik melalui satuan pendidikan sekolah maupun luar sekolah, serta bagi kelompok"masyarakat kuranq beruntung. Peningkatan kualitas pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan mewujudkan lingkungan yang bermakna serta kondusif untuk terselenggaranya proses belajar-mengajar yang realistis dan berkelanjutan serta dapat menyelamatkan peserta didik dan pengaruh-pengaruh penyalahgunaan obat-obat terlarang, minuman keras, dan perilaku kekerasan. Peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lainnya secara sistemik dalam kaitan dengan peningkatan kemampuan professional secara integral di dalam keseluruhan manajemen sistem pendidikan nasional, berkaitan dengan fungsi penyediaan guru, pendayagunaan tenaga guru, penilaian prestasi, serta civil effect-nya bagi penempatan kembali, pemindahan serta promosi. Penataan komponen pendidikan persiapan kerja yang bororientasi ke pasar kerja (market driven), baik melalui jalur sekolah (SMK) maupun jalur pendidikan luar sekolah (kursus, pelatihan kerja, dan belajar mandiri), untuk menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan dan keahlian profesional dalam berbagai tingkatan secara profesional, serta didukung oleh sistem sertifikasi yang profesional. Perwujudan manajemen sistem pendidikan nasional yang efisien dan efektif  

TUJUAN STRATEGIS

Analisis Internal Strength (Kekuatan) Telah memiliki struktur organisasi dan mekanisme kerja yang jelas Jumlah Pegawai / Guru sudah memenuhi standar kebutuhan Sebagian tenaga guru telah mengikuti pendidikan sesuai dengan jurusan dan bidangnya Potensi peserta didik secara kuantitatif cukup besar dan secara kualitatif dapat dikembangkan . Weaknesses (Kelemahan) Belum terlaksananya Manajemen mutu terpadu secara Simultan. Belum terlaksananya pengawasan secara menyeluruh Kesadaran guru dan Pegawai dalam menjalankan tugas masih kurang   Kualitas dan kuantitas mobiler belum memadai . Analisis Lingkungan Eksternal Opportunisess (peluang) Masih adanya bantuan dari Pemerintah Pusat. Keterbukaan institusi/lembaga lain untuk menjalin kerjasama.  Potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam masih tersedia maksimal Tersedianya    !embaga   pendidikan   tinggi    untuk   meningkatkan kuallfikasi tenaga kependidikan. Threats (Ancaman) Kesenjangan antara mutu pendidikan dengan standar mutu yang diinginkan Maraknya Penyalahgunaan narkoba , pornografi dan porno aksi dilingkungan sekolah. Budaya asing yang tidak tersaing   Globalisasi dan efek negatif teknologi informasi

 TUGAS DAN FUNGSI

Tugas Pokok Dinas Dinas Pendidikan adalah melaksanakan kewenangan disentralisasi, dekonsentrasi dan tugas pembantuan dibidang pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, Fungsi Dinas Pendidikan adalah : Melakukan penyusunan rencana program ,  pedoman dan petunjuk tehnis dibidang pendidikan Melakukan    penyusunan    kebijaksanaan    tehnis dibidang pendidikan luar sekolah dan sekolah Melakukan  pemberian  perizinan "dan  pelaksanaan pelayanan umurn Melakukan  pembinaan lembaga - lembaga  pendidikan dan kursus-kursus serta pelatihan pengujian, Melakukan   pembinaan.   terhadap   _tenaga-tenaga kependidikan Melakukan koordinasi penyusunan rencana program dibidang pendidikan Melakukan urusan ketatausahaan dinas ; Melakuklan  pembinaan  terhadap  cabang  dinas dibidang pendidikan; Melakukan tugas-tugas lain yang di berikan, oleh pimpinan.