Pertanian & Perkebunan

Pada tahun 2007, sektor Pertanian mempunyai andil besar dalam PDRB Kabupaten Barru yaitu sebesar 46,64% dihitung berdasarkan harga konstan, diikuti sektor jasa lainnya sebesar 18,82%. Mata pencaharian penduduk Kabupaten Barru pada umumnya adalah bertani. Komoditas unggulan yang dikembangkan saat ini adalah Padi. Areal persawahan 13.028 Ha, didukung oleh irigasi sederhana (setengah teknik) dan irigasi pedesaan dengan rata-rata produksi per Ha 5,22 ton GKG/tahun. Tahun 2001 terjadi surplus beras sejumlah 22.703 ton. Produksi ini cenderung meningkat namun penanganan pasca penen relatif tradisional sehingga kualitas beras yang dihasilkan belum mencapai kualitas ekspor khususnya bila panen bertepatan dengan musim hujan. Oleh karena itu peluang bagi investor untuk menanamkan modalnya pada sektor industri pengolahan pasca panen padi. Varietas padi yang dikembangkan saat ini adalah Celebes, Ciliwung, Cisantana, Cisadane dan lain-lain. Pemasaran hasil saat ini meliputi Makassar dan sekitarnya, Kalimantan Timur dan Jakarta. Sebagai daerah agropolitan terkemuka di Sulawesi Selatan, telah dibangun fasilitas Instalasi Perbenihan/Pembibitan di Botto Lampe Kecamatan Tanete Riaja yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat untuk semua jenis tanaman khususnya yang menjadi sektor unggulan daerah. Luas areal penanaman 21.492,49 Ha, dengan tanaman utama padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, kentang dan tanaman lainnya. Pengembangan tanaman pangan dan Hortikultura cukup besar yang ditandai oleh tersedianya lahan cukup luas untuk ekstensifikasi komuditi pertanian. Pengembangan sub sektor tanaman pangan ditandai adanya kerjasama dengan pihak luar dalam pengembangan beberapa komoditas pertanian seperti kerjasama Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Australia Barat (Perth) untuk pengembangan komoditas kentang dan Propinsi Yunan (RRC) untuk komoditas kacang tanah yang dimulai pada tahun anggaran 2000 dan dilanjutkan sampai sekarang. Peluang investasi yang terbuka anatara lain pengembangan komoditi jagung dan kedelai untuk mensuplai bahan baku pabrik pakan ternak yang ada di Kabupaten Barru dengan memanfaatkan lahan yang ada. Di samping itu, dapat diintroduksikan teknologi budidaya yang sesuai. Ketersediaan prasarana dan sarana pengairan tidak kalah pentingnya dengan tersedianya saluran irigasi primer yang telah dibangun dan dimanfaatkan sepanjang 8.551 meter. Untuk tanaman perkebunan, peluang yang terbuka adalah pengembangan tanaman kopi Arabika dan kemiri. Jumlah lahan yang telah ditanami kemiri adalah 2.141 Ha, dengan produksi 95 ton, terbesar pada Kecamatan Barru (75 Ha), Tanete Rilau (61 Ha), Tanete Riaja (200 Ha), Soppeng Riaja (150 Ha) dan Mallusetasi (175 Ha). Lahan yang tersedia untuk pengembangan komoditas ini seluas 661 Ha. Sementara untuk tanaman kopi Arabika pada tahun 2002, luas areal tanam 2.165 Ha tersebar pada Kecamatan Tanete Riaja, Soppeng Riaja dan Mallusetasi. Pengembangan komoditas ini masih memiliki peluang besar, di Kecamatan Tanete Riaja seluas 325 Ha dengan introduksi teknologi budidaya.