Lingkungan Hidup

Kondisi Geologi. Jenis tanah di Kabupaten Barru terdiri atas : Alluvial seluas 14.659 ha (12,48%) yang terdapat di Kec. tanete Riaja; Litosol seluas 29.034 ha (24,72%) yang terdapat di Kec. Tanete Rilau dan Tanete Riaja; Regosol seluas 41.254 ha (38,20%) yang terdapat di seluruh kecamatan; dan jenis Mediteran seluas 32.516 (24,60%) yang terdapat di seluruh kecamatan kecuali Kec. Tanete Rilau. Pola Penggunaan Lahan. Pola pemggunaam lahan di Kab. Barru meliputi kampung/pemukiman tahun 1993 seluas 2.063,50 ha meningkat menjadi 2.767,92 ha tahun 2008; persawahan tahun 1993 seluas 11.921,00 ha meningkat menjadi 15.959,23 ha tahun 2008; kolam/tambak tahun 1993 seluas 1.889,50 ha memingkat menjadi 2.903,55 ha tahun 2008; kebun campuran tahun 1993 seluas 7.698,00 ha meningkat menjadi 18.586,95 ha tahun 2008; ladang/tegalan tahun 1993 seluas 2.873,00 ha meningkat menjadi 5.138,70 ha tahun 2008; lahan terbuka tahun 1993 seluas 10.966,00 ha berkurang menjadi 3.367,53 ha tahun 2008; semak belukar tahun 1993 seluas 110,00 ha bertambah menjadi 12.712,11 ha tahun 2008; alang-alang tahun 1993 selaus 1.327,00 ha berkurang menjadi 265,32 ha tahun 2008; dan hutan tahun 1993 seluas 75.257,00 ha berkurang menjadi 55.481,80 ha tahun 2008 Kondisi Klimatologis. Kab. Barru merupakan daerah beriklim tropis dan termasuk dalam pola iklim pesisir pantai barat Sulawesi Selatan. Berdasarkan tipe iklim dengan Zone Agroklimatologi yang berdasarkan pada bulan basah (curah hujan lebih dari 200 mm/bulan) dan bulan kering (curah hujan kurang dari 100 mm/bulan), maka Kab. Barru pada umumnya memiliki tipe iklim C yang mempunyai bulan basah berturut-turut 5-6 bulan (Oktober-Maret) dan bulan kering berturut-turut kurang dari dua bulan (April-September). Temperatur rata-rata antara 20oC sampai 35oC. Total hujan selama setahun rata-rata 94 hari dengan curah hujan sebesar 2.646 mm. Curah hujan berdasarkan hari hujan terbanyak pada bulan Desember dan Januari dengan curah hujan rata-rata 423 mm dan 453 mm.  Sungai dan Pesisir. Kab. Barru dialiri sekitar 12 sungai yang tesebar di seluruh Kecamatan dengan panjang secara keseluruhan sekitar 234,60 km dengan lebar 5-8 m dan kedalaman 1-4 m. Kondisi sungai saat ini pada umumnya mengalami sedimentasi dan penurunan debit air dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Sungai-sungai tersebut bermuara di sepanjang pesisir kab. Barru dengan garis pantai sepanjang 78 km. Kondisi Hujan. Luas hutan Kab. Barru berdasarkan Peta Padu Serasi Kehutanan Prov Sulawesi Selatan (SK Gubernur Prov. Sulsel Nomor 276/!V/1999 adalah 65.185 ha/55,49% dari luas Kab. Barru) dengan rincian Hutan Lindung seluas 49.801 ha dan Hutan Produksi Terbatas seluas 15.384 ha. Namun berdasarkan survey tahun 2008 (Profil Kab. Barru Tahun 2008) luas hutan yang memiliki vegetasi atau tegakan hanya 55.481,80 ha. Hal ini sesuai dengan kenyataan terdapatnya lahan kritis dalam kawasan hutan seluas 25.189 ha.