Plt Bupati Barru Tanam Bersama Forkopimda

Tuesday, 8 November 2016

Plt. Bupati Barru Tanam Bersama  di Kelompok Tani Benteng Rilewoi Dua di Dusun Lalabata Desa Lalabata Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru pada hari Selasa, 8 November 2016

Ir. H. Suardi Saleh M. Si, didampingi Kapolres Barru Akbp Minarto SIK, Kadis Pertanian Ir. H. Aminullah Arsyad, Kajari Barru Pain Tumanggor SH, Camat Tanete Rilau Drs. H. Hudri serta para kelompok tani tanam bersama Jagung.

Pengawalan dan pendampingan sehingga produksi jagung pada lahan khusus yang dikawal oleh kepolisian memiliki tujuan untuk meningkatkan intensitas pertanaman jagung dilahan khusus seperti lahan perkebunan, kehutanan dan lahan adat lainnya 

Jagung mempunyai peran yang sangat strategi baik dalan sistem ketahanan pangan maupun peranya sebagai penggerak roda ekonomi nasional 

Dengan lahan yang tersedia kabupaten Barru jumlah Lahan 267 Ha, target di kabupaten Barru yang terealisasi 184 Ha, yang tersebar pada tiga kecamatan Tanete Riaja 46,5 Ha dengan 3 kelompok tani 75 petani  sebagian sudah melakukan pertanaman, kecamatan Barru seluas 10 Ha, dengan 1 kelompok tani dan 25 petani, Tanete Rilau 127,55 Ha,dengan 7 kelompok tani 175 petani sebagian besar petani sudah melakukan pertanaman ungkap" Ahmad Sekertaris Pertanian 

Sementara Ir. H. Suardi Saleh Mengatakan Pemerintah pusat sekarang ini begitu perhatian kepada para Petani, tanam Padi dikawal oleh TNI, tanam Jagung dikawal oleh Kepolisian 

Pengawalan dan pendampingan pada lahan khusus yang dikawal kepolisian untuk penanaman Jagung Hibrida tahun 2016 secara Nasional seluas 724.000 Ha, di Sulsel 100.000 Ha, sedangkan di Barru 267 Ha. 

Pemerintah provinsi Sulsel melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura telah menyediakan dan mendistribusikan benih jagung serta pupuk 

Satu jengkal tanah harus dikelola oleh karena itu melalui program Tanam Jagung, lahan kosong harus ditanami tanaman yang bermanfaat seperti jagung. 

Ikuti taati dan laksanakan petunjuk teknis yang diberikan sehingga produksi yang dicapai meningkat, gunakan sarana produksi yang diberikan seperti benih dan pupuk sesuai peruntukannya, wujudkan kebersamaan dan tanggung jawab dalam melaksanakan pengawalan dan pendampingan dan PPL, PPK, Popt dan Babinkantibmas agar senantiasa proaktif melakukan pengawalan dan pendampingan secara terpadu, terkontrol dan terkoordinasi Tambahnya" (humas Herman)