Penyaluran Pupuk Bersubsidi Mengacu Rdkk

Friday, 2 December 2011

BARRU — Memasuki musim tanam Desember tahun ini, para petani diminta untuk segera menyusun Rencana Distribusi Kebutuhan Kelompok (RDKK). Pasalnya, RDKK dianggap sebagai tolak ukur penyaluran pupuk bersubsidi, pupuk hanya bisa diterima jika ada RDKK. RDKK merupakan rencana kebutuhan kelompok tani satu musim tanam yang disusun berdasar musyawarah anggota kelompok tani. Kebutuhan itu meliputi benih, pupuk dan pestisida. Kepala Dinas Pertanian Barru, Mursalim Abdullah menegaskan, bahwa penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Barru pada musim tanam Desember ini, memang akan disesuaikan berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari masing-masing anggota kelompok tani. “Jadi pupuk akan disalurkan kepada petani, sesuai data yang tercantum dalam laporan RDKK,” katanya. Ia menyebutkan, dalam proses pendistribusian pupuk bersubsidi, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan beberapa pihak distributor dan pengecer resmi yang telah ditunjuk, sebagai langkah antisipasi menjaga melambungnya harga pupuk. Dengan, mekanisme penyaluran terkoordinir seperti itu, Mursalim berharap petani di daerah itu bisa menikmati manfaat dan keuntungan pupuk bersubsidi. Hanya saja, imbuhnya, mekanisme tersebut harus diimbangi pengawasan yang ketat dari pihak terkait, sehingga tidak terjadi tumpang tindih penjualan. “Jangan harap pupuk bersubsidi tanpa RDKK, karena RDKK merupakan pedoman penyaluran. Sebenarnya tidak ada kelangkaan pupuk karena penyaluran pupuk tergantung RDKK,” tandasnya. (http://www.parepos.co.id)