Panen Raya Padi Dengan Metode Sri

Wednesday, 26 October 2011

  Sabtu, 22 Oktober 2011  BARRU-Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, kembali melakukan panen raya  padi di Kelurahan Kiru-Kiru, Kecamatan Soppeng Riaja dengan metode SRI (System of rice intensification). Kegiatan itu juga dihadiri Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Sumarjo Gatot Irianto, Staf khusus Persiden RI bidang pertanian dan ketahanan Pangan dan beberapa pejabat dari kementrian pertanian RI serta unsur Musida Kabupaten Barru. Kepala Dinas Pertanian Barru, Mursalim Abdullah mengatakan, budidaya padi organik menggunakan metode SRI dengan mengutamakan potensi lokal dan disebut pertanian ramah lingkungan. Sistem ini, kata dia sangat mendukung pemulihan kesehatan tanah dan kesehatan pengguna produknya. Tanaman akan hemat air, selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen memberikan air maksimal 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm dan ada periode pengeringan sampai tanah retak. Selain itu ia juga hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg/ha Produksinya bisa mencapai 11 ton/ha. Sementara, Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan oleh para petani di daerah itu cukup baik, sebab mereka bisa memanen padi pada waktu musim kemarau. “Kami bisa berharap agar petani bisa menyiasati musim kemarau ini supaya bisa menanam padi. Kepada para petani untuk terus meningkatkan produksi padinya. Caranya dengan memilih bibit yang baik dan menggunakan pupuk sesuai kebutuhan tanaman,” katanya. (mad/din/parepos)