Membuka Acara Turun Sawah di Soppeng Riaja

Sunday, 6 November 2016

Plt. Bupati Barru menghadiri Syukuran Mappalili tingkat kecamatan Soppeng Riaja 2016/2017 dan musim tanam 2017 digelar di desa Lawallu kec.Soppeng Riaja, Sabtu 05 Oktober 2016.

Syukuran mappalili kali ini menarik tema dengan semangat kebersamaan kita sukseskan program upaya khusus peningkatan produk pertanian (upsus) yang bermutu dan berkualitas, untuk kabupaten Barru yang lebih baik.

Kadis pertanian, ketahanan pangan dan perkebunan Ir.H. Aminullah Arsyad, sekertaris dinas pertanian Ir.ahmad, MM, camat Soppeng Riaja, para kelompok tani dan tokoh masyarakat turut hadir pada acara ini.

Acara ini merupakan acara tahunan yang dilakukan dikec. Soppeng Riaja yang memiliki nilai kebudayaan yang sangat sakral yang diawali dengan tudang sipulung dengan tujuan menentukan kapan waktu turun sawahnya, sehari sebelum pelaksnaan mappalili dilakukan kegiatan siarah kubur yang konon diyakini sebagai tokoh pada jamannya orang pembawah benih yang pertama, pemimpin masyarakat yang begitu gigih mempertahankan keamanan wilayahnya dimana pada saat itu hasil tani yang menjadi sasaran pencuri.

Selain itu tujuan siarah kubur yaitu mengingat akan kematian  dan agar kita mampu mengikuti jejaknya yaitu petani menghidupi seluruh keluarga dan masyarakat. Petani diharapkan mampu mempertahankan sawahnya dari hama penyakit...prosesi selanjutnya adalah manre sipulung yang merupakan makan bersama dengan harapan hasil pertanian kita dapat kita nikmati sesuai dengan apa yang kita nikmati pada acara manre sipulung.

Keesokan harinya diwaktu duha dilakukanlah acara turun sawah yang diawali dengan magguliling ri galunge maksudnya agar kita bisa memahami lebih jelas mengenai keadaan sawah kita. Setelah itu baru pencangkulan pertama akhir dari prosesi itu dilajutkanlah syukuran mappalili dengan tujuan silaturahim antara pemerintah dengan masyarakat untuk mendengar arahan-arahan dari pemerintah daerah demi kemajuan kita semua, " papar Camat Soppeng Riaja pada penjelasan singkatnya.

"Secara konseptual pemberdayaan kelompok tani/petani diarahkan pada peningkatan produksi dan produktifitas sehingga pendapatan petani meningkat yang berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan. 

Plt.bupati dalam sambutannya menitipkan harapan agar kiranya masyarakat mampu mengikuti perubahan alam terutama pola curah hujan, karena air adalah kebutuhan utama untuk tanaman " saya harapkan agar sarana produksi terutama benih yang resisten terhadap perubahan alam sehingga produksi dan produktifitas dapat ditingkatkan." papar plt.bupati Barru". (Andre humas)