Belajar Ternak Sapi, Bupati Barru ke New Zealand

Sunday, 3 December 2017

Bupati Barru, Ir Suardi Salehberkunjung ke New Zealand mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (29/11/2017).

Dalam kunjungan tersebut, Suardi Saleh dengan orang nomor satu di Sulsel mengunjungi dua kota terkemuka di New Zealandyakni, Auckland City dan kota Auckland.

Suardi mengungkapkan, kedua kota yang dikunjunginya tersebut merupakan percontohan pemerintahan dalam mengembangkan peternakan sapi.

"Kota Auckland City ini adalah salah satu kota penting di Negara Selandia Baru yang berbasis peternakan. Di kota ini kami sempat berdiskusi soal pengembangbiakkan ternak sapi dan dilanjutkan peninjauan ke kandang dan lapangan," kata Suardi melalui WhattsApp, Jumat (1/12/2017).

Mantan Kepala Dinas PU Pinrang itu pun optimis bahwa Kabupaten Barru bisa diandalkan untuk peternakan sapi di Sulsel.

"Kami dipilih oleh bapak Gubernur dalam kunjungan ke Selandia Baru, karena Barru dianggap sebagai daerah yang potensial untuk pengembangan ternak sapi. Meskipun masih memerlukan penyempurnaan dan pengembangan," katanya.

Menurut Suardi, Gubernur Syahrul saat ini telah menetapkan atau menunjuk Barru sebagai kawasan pemurnian sapi Bali di Sulsel.

Tujuannya adalah untuk memproduksi sapi Bali berkualitas dengan berstandar nasional Indonesia atau bersertifikat SNI.

"Hasil kunjungan kami, bapak Gubernur meminta Pemkab Barruuntuk menyiapkan lahan seluas 200 HA untuk pengembangan peternakan sapi tersebut," ujar Suardi.

Selain itu, lanjutnya, Syahrul juga menjanjikan akan memfasilitasi dengan investor untuk di kembangkan di Barru.

Suardi menambahkan, pada kunjungannya ke New Zealand, juga dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama lewat penandatanganan MoU dengan salah satu Universitas ternama di kota Auckland New Zealand yaitu AUT University - Auckland.

"Diantara poin dalam MoU tersebut adalah kerja sama terkait pengembangan peternakan di kedua wilayah, tentang produksi udang serta kerja sama di bidang pariwisata," ujarnya.

"Dan acara terakhir yang baru saja selesai yakni MoU dengan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk New Zealand bapak Tantowi Yahya," katanya.

Suardi dan Syahrul rencananya hari ini akan bertolak ke Indonesia.

"Insya Allah hari ini kami sudah meninggalkan New Zealandmenuju tanah air. Kami tentunya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada bapak Dubes dan semua pihak di New Zealand atas keterbukaan dan penerimaannya yang luar biasa," tuturnya.

Suardi berharap, kerja sama yang telah disepakati tersebut diharapkan dapat memberi dampak yang signifikan terhadap kemajuan peternakan di Sulsel, khususnya di daerah Barru.

(TribunBarru.com, Akbar HS)